MANAJEMEN PEMASARAN GLOBAL ERA INDUSTRI 4.0
KONSEP PEMASARAN UNIVERSAL
Pemasaran adalah kegiatan pemasar untuk menjalankan bisnis (profit atau
nonprofit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan atau jasa,
menetapkan harga, mendistribusikan, serta mempromosikan melalui proses
pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan perusahaan.
Ø Konsep Produksi
Anggapan
pemasar yang berorientasi kepada proses produksi bahwa konsumen hanya akan
membeli produk-produk yang murah. Dengan demikian fokus kegiatan perusahaan
yang harus dilakukan adalah efisiensi biaya agar dapat menjual barang dengan
murah kepada konsumen
Ø Konsep Produk
Anggapan
pemasar bahwa konsumen lebih menghandaki produk-produk yang berkualitas atau
berpenampilan baik. Dengan demikian tujuan bisnis perusahaan adalah
pengendalian kualitas.
Ø Konsep Penjualan
Anggapan
pemasar yang berorientasi kepada tingkat penjualan bahwa konsumen perlu
dipengaruhi agar penjualan dapat meningkat sehingga tercapai profit maksimu
sebagai tujuan perusahaan. Dengan demikian focus kegiatan perusahaan adalah
usaha-usaha meningkatkan cara-cara penjualan dan kegiatan promosi yang
instensif agar mampu mempengaruhi, membujuk konsumen untuk membeli sehingga
penjualan dapat meningkat.
Ø Konsep Pemasaran
Anggapan
pemasar yang berorientasi kepada pelanggan eksternal bahwa konsumen hanya akan
membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan.
Dengan demikian focus kegiatan perusahaan adalah berusaha memenuhi kepuasan
pelanggan melalui pemahaman perilaku konsumen.
Ø Konsep Pemasaran yang Memasyarakat
(Sosial)
Anggapan
pemasar bahwa konsumen hanya bersedia membeli produk-produk yang mampu memnuhi
kebutuhan serta kesejahteraan lingkungan sosial konsumen. Tujuan kegiatan
perusahaan adalah disamping berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat juga
memperbaiki relasi antara produsen dan syarakat untuk peningkatan
kesejahteraannya.
FUNGSI PEMASARAN UNIVERSAL
1. Pembelian
2. Penjualan
3. Pengiriman
4. Penyimpanan
5. Standardisasi dan klasifikasi
6. Pembungkusan
7. Penanggungan resiko
8. Pendanaan
9. Pengendalian iformasi pemasaran
PEMASARAN DOMESTIK KE PEMASARAN
GLOBAL
Ø Pemasaran Domestik
Pemasaran
yang secara nyata ditujukan pada pasar dalam negeri disebut pemasaran domestik.
Perusahaan domestik secara sadar atau tidak sadar memfokuskan pada pasar
domestik dan menghindari tantangan belajar cara memasarkan ke luar negeri.
Orientasi mereka adalah bersifat “ETHNO CENTRIC”, yaitu bahwa sifat pasar atau
Konsumen dimanapun akan sama , sehingga manajemen memandang pasar Domestik
padat dengan peluang yang jauh lebih aman.
Ø Pemasaran Ekspor
Pemasaran
ekspor adalah tahap pertama untuk menanggapi kesempatan pasar di luar
negeri. Pemasar ekspor menjadikan pasar
di luar negeri sebagai sasaran dan menggantungkan diri pada produksi dalam
negeri untuk memasok pasar ini. Fokus dalam tahap ini adalah memanfaatkan
produk dan pengalaman dalam negeri.
Pemasar ekspor yang handal akan memperlajari pasar sasaran dan mengubah
produknya agar sesuai dengan kebutuhan spesifik dari pelanggan di setiap
negara.
Ø Pemasaran Internasional
Pemasaran
internasional bertindak lebih jauh lagi dari pemasar ekspor dan menjadi lebih
terlibat dalam lingkungan pemasaran di dalam negeri.Pemasar internasional tidak
terlalu menggantungkan diri pada
perantara. Mereka lebih berminat untuk mendirikan perwakilan langsung
untuk mengkoordinasikan usaha pemasaran di pasar sasaran. Dengan anak
perusahaan disebuah negara, pemasar internasional menciptakan organisasi
internal yang memfokuskan pada pemanfaatan produk dan kompetensi perusahaan
tersebut di negara tadi.
Ø Pemasaran Multinasional
Mulai
dengan memfokuskan pada memanfaatkan pengalaman dan produk perusahaan.Karena
difokuskan pada tugas ini, perusahaan menyadari
perbedaan dan keunikan lingkungan dalam negara tersebut.Kemudian
melakukan adaptasi pemasaran perusahaan pada kebutuhan dan keinginan yang unik
dari pelanggan pada negara tsb.
Organisasi pemasaran multinasional akan mengembangkan program komunikasi yang
unik untuk pasarnya.
Ø Pemasaran Global
Memfokuskan
pada pemanfaatan asset, pengalaman dan produk yang secara global dan melakukan
penyesuaian pada apa yang benar-benar unik dan berbeda dalam setiap negara. Perusahaan
global akan membedakan antara universal dengan global & antara spesifik
dengan unik.
KEKUATAN YANG MENDORONG DAN
MENGHAMBAT PEMASARAN GLOBAL
Ø Kekuatan yang Mendorong
1.
Kebutuhan
Pasar
Budaya
universal seperti perbedaan budaya terdapat unsur yang sama dalam sifat manusia
yang menjadi dasar untuk menciptakan dan melayani pasar global. Contoh :
minuman ringan, salah satu industri global yang terbesar yang sukses.
2.
Teknologi
Professor
Levitt menulis artikel ” kenyataan komersial yang baru – munculnya pasar global
untuk produk konsumen standar dalam skala yang belum pernah dibyangkan”. Ada
kekuatan yang amat besar yang mendorong dunia ke arah menyatunya hal-hal yang
sudah umum dan kekuatan itu adalah Teknologi. Teknologi menyederhanakan
komunikasi, transpotasi dan perjalanan.
3.
Biaya
Keseragaman
dapat menurunkan biaya riset, rekayasa, desain, kreatif dan produksi di semua
fungsi bisni , dari rekayasa sampai pemasaran dan administrasi.
4.
Mutu
Volume
global menghasilkan penerimaan dan mutu operasi yang lebih besar untuk
mendukung mutu desai dan pembuatan.
5.
Komunikasi
dan Transportasi
Revolusi
informasi memberikan kontribusi pada berkembangnya pemasaran global.
6.
Daya
Tuas
Keunggulan
yang dimilikinya karena perusahaan itu beroperasi secara simultan dilebih dari
satu pasar nasinal. Sebuah perusahaan global dapat mengembangkan 5 tipe daya
tuas :
a)
Transfer
pengalaman
b)
Transfer
system
c)
Penghematan
skala
d)
Pendayagunaan
Sumber daya
e)
Strategi
global
Ø Kekuatan yang menghambat
1.
Perbedaan
Pasar
Dalam
setiap kategori produk, perbedaan masih cukup banyak diantara batas negara dan
budaya budaya yang memerlukan adaptasi dari beberapa unsur bauran pemasaran.
2.
Sejarah
Sejarah
merek dagang mungkin memerlukan strategi pemasaran khusus dan berbeda, serta di
setiap negara perlu penentuan posisi tersendiri.
3.
Kecadokan
Manajemen
Dalam
banyak hal, produk dan kategori merupakan calon untuk globalisasi, tetapi
manajement tidak menangkap kesempatan tsb.
4.
Budaya
Organisasi
Perusahaan
global yang sukses adalah pemsar yang telah belajar cara memadukan visi global
dan perspektif dengan insiatif dan masukan pasar lokal. Hal ini sulit dilakukan
oleh perusahaan.
5.
Kendali
Nasional/ Hambatan untuk masuk suatu Negara
Setiap
negara melindungi perusahaan lokal dan kepentingannya dengan memegang kendali
terhadap akses pasar dan jalan masuknya.
KEKUATAN YANG MENDASARI BISNIS
INTERNASIONAL
Ø Etnosentris
Suatu
asumsi atau keyakinan bahwa negeri asal sendirilah yang unggul. Dalam
perusahaan etnosentris, operasi di luar negeri dianggap kurang penting
dibandingkan domestik dan terutama dilakukan untuk melempar kelebihan produksi
domestik.
Ø Polisentris
Keyakinan
yang didasari bahwa setiap negara unil dan berbeda serta cara utuh meraih
sukses di setiap negara adalah menyesuaikan diri dengan perbedaan unik dari
setiap negara. Dalam tahap polisentris, anak perusahaan didirikan di pasar luar
negeri. Setiap anak perusahaan bekerja secara independen dan menetapkan tujuan
dan rencana pemasaran sendiri. Pemasaran diorganisasikan dengan dasar negara
per negara, dengan setiap negara mempunyai kebijakan pemasaran unik sendiri.
Ø Regiosentris dan Geosentris
Perusahaan
memandang wilayah regional dan seluruh dunia sebagai suatu pasar dan mencoba
mengembangkan strategi pemasaran terpadu regional atau dunia. Regiosentris
merupakan orientasi geosentris yang terbatas pada suatu wilayah regional
artinya manajemen harus mempunyai suatu pandangan dunia ke arah wilayah
regional, tapi akan memandang sisa dunia dengan orientasi etnosentris atau
polisentris, atau kombinasi keduanya.
KONSEP KUNCI PERENCANAAN PEMASARAN
GLOBAL
Ada 6 konsep kunci yang memberi dukungan
ke arah pemahaman yang lebih baik mengenai kesempatan dan tantangan dari
pemasaran global, yaitu :
Ø Strategi
Strategi
adalah respon yang dipertimbangkan dari sebuah organisasi pada kenyataan dari
organisasi pihak yang berkepentingan dan kenyataan dari lingkungan bisnis.
Ø Perusahaan Dunia
Beberapa
aspek pemasaran global memiliki perbedaan dari pemasaran domestic, salah
satunya adalah konteks atau lingkungan pemasaran global.
Ø Pengelompokan,
Segmentasi Dan Target Pemasaran
1.
Geografi
adalah kriteria pengelompokan dengan makna yang besar.
2.
Bahasa
dan budaya adalah karakteristik lain yang membedakan pasar. Dunia dibagi-bagi
dalam kelompok atau segmen bahasa : mandarin, inggris, spanyol.
Ø Kepekaan Lingkungan
Suatu cara
yang paling berguna untuk melihat produk secara internasional adalah
menempatkannya kedalam rangkaian kepekaan lingkungan. Semakin besar kepekaan
terhadap lingkungan dari suatu produk, perusahaan semakin perlu belajar
mengenai cara produk tadi berinteraksi dengan kondisi ekonomi, social dan
budaya, fisik, dan lingkungan yang memberi petunjuk yang ada diseluruh dunia.
Ø Pengaruh Yang
Mempersatukan Dan Membedakan
Konsep ini
didasarkan pada fakta bahwa dalam setiap situasi ada aspek yang unik maupun
yang serupa. Aspek yang unik mempunyai pengaruh yang membedakan, aspek serupa
mempunyai pengaruh yang menyatukan.
Ø Daur Hidup Produk
Pengertian
umum DHP adalah bahwa suatu produk mempunyai karakteristik atau kehidupan
normal dengan urutan awal atau kelahiran, dan pertumbuhan cepat (tahap
pertumbuhan), diikuti dengan pertumbuhan yang keceapatannya menurun, tidak ada
pertumbuhan, penurunan, dan akhirnya, untuk melengkapi metafora mati.
TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN PERUSAHAAN
TRANSNASIONAL
TIPOLOGI DINAMIS
Ada 5 tahap dalam evolusi perusahaan
transnasional, yaitu : Domestik, Internasional, Multinasional, Global dan
Transnasional. Tahap ini menggambarkan perbedaan signifikan dalam strategi,
cara memandang dunia, orientasi dan praktek perusahaan yang berkecimpung di lebih
dari satu Negara. Salah satu perbedaan kunci dalam perusahaan di berbagai tahap
ini adalah orientasi mereka.
Ø Perusahaan Domestik
Orientasinya
adalah etmosentris. Fokus pada pasar domestic, pemasok domestik, dan pesaing
domestik.
Ø Perusahaan Internasional
Masih tetap
etmosentris, atau berorientasi dalam negeri, dalam orientasi dasarnya. Fokusnya
tetap pada pasar dalam negeri.
Ø Perusahaan Multinasional
Orientasi
bergeser menjadi polisentris, yaitu asumsi bahwa pasar dan cara melakukan
bisnis diseluruh dunia demikian unik. Fokusnya adalah multidomestik, artinya
perusahaan ini merumuskan strategi yang unik untuk setiap Negara tempat
perusahaan melakukan bisnis.
Ø Perusahaan Global
Mempunyai
ancangan strategi yang cukkup besar dari tahap ketiga. Mempunyai strategi
pemasaran global atau strategi menentukan pemasok global, tetapi tidak pernah
kedua-duanya. Fokus pada dasar dan sumber daya global dari dalam negeri atau
salah satu Negara lain untuk memasok pasar ini, atau akan memfokuskan pada
pasar domestikdan sumber daya dari dunia untuk memasok saluran distribusi
domestic.
Ø Perusahaan Transnasional
Mempunyai
orientasi geosentris. Mengadopsi strategi global yang memungkinkannya untuk
meminimalkan penyesuaian di berbagai Negara pada yang benar-benar menambah
nilai bagi pelanggan di Negara itu. Aset kunci dari perusahaan transnasional
tersebar, saling tergantung, dan terspesialisasi.
TINJAUAN EKONOMI DUNIA
Ekonomi Dunia terjadi perubahan
yang sangat besar sejak Perang Dunia II. Perubahan paling besar dan mendasar
adalah munculnya pasar global dan integrasi ekonomi dunia meningkat secara
signifikan misalnya Uni Eropa dan NAFTA. Realitas perubahan ekonomi dunia yaitu
Penggerak ekonomi dunia ialah perpindahan modal bukan lagi perdagangan,
Produktivitas telah terlepas hubungannya dengan tingkat pekerja, Ekonomi dunia
mendominasi keadaan dan berakhirnya perang dingin kaptalisme dan sosialisme.
Ekonomi dunia telah
mengalami perubahan revolusioner dalam 50 tahun terakhir. Mungkin perubahan
yang paling besar dan mendasar adalah munculnya “pasar global dan persaingan
global”.
Perubahan terus
berlangsung di seluruh dunia, termasuk di Negara sedang berkembang, terdapat 5
perubahan besar yang mendasar, yaitu :
1.
Perpindahan
modal menjadi kekuatan yang mendorong ekonomi dunia, bukan lagi perdagangan,
sehingga perpindahan modal dan perdagangan sangat menentukan nilai mata uang
(kurs valuta asing).
2.
Produksi
telah “terlepas” dari tingkat orang yang bekerja. (walaupun tingkat tenaga
kerja menurun, tetapi volume produksi masih tetap terus meningkat)
3.
Produk
primer telah “terlepas” dari ekonomi industri. (hal ini berlawanan dengan masa
lalu, yaitu ketika turunnya harga bahan mentah akan menyebabkan depresi di
seluruh dunia dalam ekonomi industri)
4.
Ekonomi
dunia dapat dikendalikan. Ekonomi makro Negara tidak lagi mengendalikan hasil
ekonomi.
5.
“Kontes”
selama 75 tahun antara kapitalisme dan sosialisme telah berakhir. Keberhasilan
yang jelas dari sistem kapitalis dibandingkan model komunis yang terkendali dan
terpusat telah menyebabkan runtuhnya komunisme sebagai sebuah model
mengorganisasi kegiatan ekonomi dan sebagai sebuah ideologi.
SISTEM EKONOMI
Ada 3 sistem ekonomi di dunia yaitu
Kapitalisme, Sosialisme dan Campuran. Klasifikasi ini berdasar pada alokasi
sumber daya dalam sistem yaitu alokasi pasar, alokasi berdasarkan perintah, dan
alokasi campuran.
Ø Alokasi Pasar
Sistem
yang mengandalkan konsumen yang mengalokasikan sumber daya. Konsumen yang
memutuskan apa yang akan diproduksi oleh siapa. Sistem pasar adalah suatu
demokrasi ekonomi. Masyarakat mempunyai hak suara dengan uang mereka untuk
barang yang sesuai pilihan mereka. Keunggulan dalam sistem ini adalah dalam
menyerahkan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggan.
Ø Alokasi Berdasarkan
Perintah
Dalam
sistem ini pemerintah berkuasa untuk menentukan produk mana yang yang harus
dibuat oleh pemasar dan bagaimana cara membuatnya. Konsumen bebas untuk memilih
apa saja yang dibutuhkan tetapi keputusan apa yang akan diproduksi ditentukan
oleh perencanaan pemerintah.
Ø Alokasi Campuran
Dalam
sistem ini merupakan campuran dari dua sistem/alokasi yang dijelaskan diatas.
SISTEM EKONOMI
Ø Sistem Ekonomi
Tradisional
Suatu
sistem dalam organisasi kehidupan ekonomi berdasarkan kebiasaan, tradisi
masyarakat secara turun-temurun yang mengandalkan faktor produksi apa adanya.
Kelebihan dari sistem ekonomi tradisional adalah adanya semangat kekeluargaan
dan kejujuran dari setiap individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ø Sistem Ekonomi Terpusat
(Sosialis)
Sistem
ekonomi terpusat adalah sistem ekonomi di mana pemerintah memiliki kekuasaan
yang dominan pada pengaturan kegiatan ekonomi. Penguasaan dilakukan melalui
pembatasan-pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang dikerjakan oleh anggota
masyarakat. Negara yang menganut sistem ekonomi terpusat antara lain: Rusia,
RRC, dan negara-negara Eropa Timur (bekas negara Uni Soviet).
Ø Sistem Ekonomi Liberal
(Kapitalis)
Sistem
ekonomi berdasarkan kebebasan seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat dalam
kegiatan perekonomian tanpa adanya campur tangan daripada pemerintah. Landasan
dari sistem perekonomian ini bertujuan
secara umum untuk mencari keuntungan pribadi tanpa adanya pihak lain yang perlu
dipertimbangkan.
Ø Sistem Ekonomi Campuran
Sistem
ekonomi campuran adalah suatu sistem ekonomi yang di satu sisi pemerintah
memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berusaha melakukan kegiatan
ekonomi, akan tetapi di sisi lain pemerintah memiliki campur tangan dalam
perekonomian dengan tujuan menghindari penguasaan secara penuh dari segolongan
masyarakat pada sumber daya ekonomi.
PERKEMBANGAN PASAR
Perkembangan pasar
merupakan salah satu yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan
penjualan produk yang sudah ada pada pasar yang baru. Kegiatan ini merupakan
salah satu bagian kecil dari berbagai kemungkinan perusahaan untuk mencapai
pertumbuhan.
Pasar negara global
berada dalam tahap perkembangan yang berbeda. PNB per-kapita merupakan dasar
segmentasi demografis yang berguna. Dengan dasar ini, kita telah membagi pasar
global menjadi 5 kategori. Negara-negara
dalam ke-5 kategori ini mempunyai karakteristik yang serupa, sehingga
tahap-tahap tadi menyediakan dasar bermanfaat untuk melakukan segmentasi global
dan menentukan sasaran pemasaran.
Ø Negara Perpenghasilan
Rendah
Dikenal
juga sebagai dunia ketiga atau negara pra-industri, adalah negara-negara yang
mempunyai penghasilan kurang dari $ 400 per-kapita tahun 1992. Karakteristik
yang dimiliki oleh negara-negara dengan tingkat penghasilan ini adalah sebagai berikut
:
1.
Industrialisasi
terbatas dan persentase tinggi penduduk dengan pekerjaan di bidang dan hidup
minimal dari pertanian
2.
Tingkat
kelahiran tinggi
3.
Tingkat
buta huruf tinggi
4.
Bergantung
pada bantuan luar negeri
5.
Politik
tidak stabil dan banyak gejolak
6.
Terkonsentrasi
di Afrika, sebelah selatan Sahara
Negara-negara
ini amat terbatas sebagai pasar semua macam produk dan tidak signifikan sebagai
ancaman bersaing.
Ø Negara Perpenghasilan
Menengah-Bawah
Negara
ini juga dikenal sebagai negara berkembang (NSB), adalah negara-negara yang
mempunyai PNB antara $400 dan kurang dari $2,000 per-kapita di tahun 1992.
Negara
ini berada dalam tahap awal industrialisasi. Berbagai pabrik dibangun untuk
memasok pasar domestik yang tumbuh dengan barang-barang seperti bahan sandang,
baterai, ban, bahan bangunan dan makanan
dalam kemasan. Negara ini juga merupakan lokasi untuk produksi produk standar
dan sudah mencapai tahap dewasa seperti pakaian untuk pasar ekspor.
Ø Negara Perpenghasilan
Menengah-Atas
Negara
ini juga dikenal sebagai negara industri baru, yaitu negara-negara yang
mempunyai PNB antara $2,001 dan $12,000 perkapita di tahun 1992. Dalam negara
ini persentase sektor pertanian menurun tajam karena penduduk pindah dari
sektor pertanian ke sektor industri dan tingkat urbanisasi meningkat. Banyak
negara dalam tahap ini melakukan industrialisasi secara cepat. Tingkat upah
meningkat dan yang melek huruf makin banyak dengan tingkat pendidikan maju,
tetapi tingkat upah mereka masih jauh lebih
kecil dari negara maju. Dengan kemampuan negara maju dan upah yang lebih
rendah, mereka sering kali menjadi pesaing yang kuat dan mengalami pertumbuhan
ekonomi yang cepat yang didorong oleh ekspor.
Ø Negara Perpenghasilan
Tinggi
Dikenal
juga sebagai negara maju, industri, pasca industri atau Dunia Pertama, yaitu
negara - negara yang mempunyai PNB di atas $12,000 perkapita. Dengan
pengecualian beberapa negara kaya minyak, negara kategori ini mencapai tingkat
penghasilan sekarang lewat proses pertumbuhan ekonomi yang dapat dipertahankan.
POLA KONSUMSI
Pola
konsumsi adalah susunan kebutuhan seseorang terhadap barang dan jasa yang akan
dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu, yang dipenuhi dari pendapatannya. Pola
konsumsi tiap orang berbeda-beda. Orang yang berpendapatan tinggi berbeda pola
konsumsinya dengan orang yang berpendapatan menengah, berbeda pula dengan orang
yang berpendapatan rendah. Pola konsumsi direktur berbeda dengan konsumsi
karyawan. Pola konsumsi guru berbeda dengan pola konsumsi petani.
Perbedaan pola konsumsi
tiap orang tidak hanya dipengaruhi oleh tinggi rendahnya pendapatan, tapi juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
1.
Tingkat
pendidikan/pengetahuan.
2.
Kondisi
tempat tinggal iklim.
3.
Jenis
pekerjaan.
4.
Tingkat
peradaban bangsa.
5.
Kebiasaan
dan kondisi sosial budaya masyarakat.
6.
Tinggi
rendahnya harga barang dan jasa.
7.
Selera
yang sedang berkembang di masyarakat.
Pola konsumsi orang
berbeda-beda, tetapi secara umum dalam berkonsumsi orang akan mendahulukan
kebutuhan pokok, baru kemudian memenuhi kebutuhan lainnya.
NERACA PEMBAYARAN
Neraca pembayaran merupakan
suatu ikhtisar yang meringkas transaksi-transaksi antara penduduk suatu negara
dengan penduduk negara lain selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun).
Neraca pembayaran mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, hibah dari
individu dan pemerintah asing, dan transaksi finansial. Umumnya neraca
pembayaran terbagi atas neraca transaksi berjalan dan neraca lalu lintas modal
dan finansial, dan item-item finansial.
Tujuan Neraca Pembayaran,
penyusunan neraca pembayaran mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
1.
Memberikan
informasi kepada pemerintah mengenai posisi negara di perdagangan internasional.
2.
Memberikan
informasi kepada pemerintah mengenai posisi pembayaran internasional.
3.
Membantu
pemerintah dalam menetapkan kebijakan fiskal dan moneter.
4.
Merupakan
alat untuk mengukur berapa besar utang dan piutang negara terhadap luar negeri.
5.
Merupakan
alat untuk mengukur struktur dan komposisi transaksi ekonomi suatu negara dengan
dunia internasional.
6.
Mengukur
keadaan perekonomian dan posisi keuangan internasional suatu negara.
POLA PERDAGANGAN
Setelah perang Dunia II, Pertumbuhan
Impor dan Ekspor melebihi kecepatan kenaikan PNB. Investasi langsung oleh pihak
asing berkembang 5 kali lebih cepat dari pada perdagangan dunia dan 10 kali
lebih cepat dari PNB.
ASPEK DASAR BUDAYA
Budaya itu dipelajari, bukan
pembawaan sejak lahir. Budaya terdiri dari respons yang dipelajari terhadap
situasi yang terjadi. Mencari Budaya Universal Modus tingkah laku yang ada
dalam setiap budaya. Aspek Universal dari lingkup budaya menunjukkan peluang
bagi pemasar global untuk menstandarisasi beberapa atau seluruh elemen program
pemasaran
PENDEKATAN ANALISIS FAKTOR BUDAYA
Pengamatan dan studi menunjukkan
bahwa tanpa tergantung pada kelas sosial dan pendapatan, budaya mempunyai
pengaruh yang signifikan terhadap perilaku konsumsi, penggunaan media, dan
kepemilikan barang yang tahan lama. Produk konsumen mungkin lebih peka terhadap
perbedaan budaya daripada produk industri.
NEGOSIASI
Negosiasi adalah sebuah
bentuk interaksi sosial saat pihak-pihak yang terlibat berusaha untuk saling
menyelesaikan tujuan yang berbeda dan bertentangan.
PRODUK INDUSTRI
Produk industri
(business products), adalah barang yang akan menjadi begitu luas dipergunakan
dalam program pengembangan pemasaran. Barang industri juga dapat dirinci lebih
lanjut jenisnya antara lain sebagai berikut.
• Bahan mentah, yaitu barang yang
akan menjadi bahan baku secara fisik untuk memproduksi produk lain, seperti
hasil hutan, gandum, dan lain sebagainya.
• Bahan baku dan suku cadang
pabrik, yaitu barang industri yang digunakan untuk suku cadang yang aktual bagi
produk lain, misalnya mesin, pasir, dan lain sebagainya.
• Perbekalan operasional, yaitu
barang kebutuhan sehari-hari bagi sektor industri, misalnya alat-alat kantor,
dan lain-lain.
PRODUK KONSUMEN
Produk konsumsi
(consumer products) adalah barang yang dipergunakan oleh konsumen akhir
atau rumah tangga dengan maksud tidak
untuk dibisniskan atau dijual lagi. Barang-barang yang termasuk jenis produk
konsumsi ini antara lain sebagai berikut:
1.
Barang
kebutuhan sehari-hari (convenience goods), yaitu barang yang umumnya sering
kali dibeli, segera dan memerlukan usaha yang sangat kecil untuk memilikinya,
misalnya barang kelontong, baterai, dan sebagainya.
2.
Barang
belanja (shopping goods), yaitu barang yang dalam proses pembelian dibeli oleh
konsumen dengan cara membandingkan berdasarkan kesesuaian mutu, harga, dan
model, misalnya pakaian, sepatu, sabun, dan lain sebagainya.
3.
Barang
khusus (speaciality goods), yaitu barang yang memiliki ciri-ciri unik atau merk
kas dimana kelompok konsumen berusaha untuk memiliki atau membelinya, misalnya
mobil, kamera, dan lain sebagainya.
HUKUM INTERNASIONAL
Hukum
internasional adalah bagian dari hukum yang mengatur aktivitas entitas berskala
Internasional. Pada awalnya, Hukum Internasional hanya diartikan sebagai
perilaku dan hubungan antar negara namun dalam perkembangan pola hubungan
internasional yang semakin kompleks pengertian ini kemudian meluas sehingga
hukum internasional juga mengurusi struktur dan perilaku organisasi
internasional dan pada batas tertentu, perusahaan multinasional&individu.
ORGANISASI KAWASAN
Organisasi kawasan (OK) adalah
Organisasi Internasional (OI) yang beranggotakan beberapa negara dan mencakup
badan Geopolitik yang operasinya tidak memandang batas Negara - Bangsa.
Keanggotaannya ditentukan oleh batas geografi tertentu seperti benua atau batas
geopolitik seperti Blok Perdagangan.
LISENSI
Lisensi secara umum dapat diartikan
pemberian izin, hal ini termasuk dalam sebuah perjanjian. Definisi lain,
pemberian izin dari pemilik barang/jasa kepada pihak yang menerima lisensi
untuk menggunakan barang atau jasa yang dilisensikan.
ANTI TRUST
Hukum atau Undang-Undang
"Antipakat" (antitrust) atau hukum/undang-undang persaingan,
merupakan peraturan melawan kebiasaan dagang yang merendahkan persaingan atau
dianggap tidak adil.
SISTEM KEUANGAN INTERNASIONAL
Keuangan internasional (juga
disebut ekonomi moneter internasional atau ekonomi makro internasional) adalah
cabang ekonomi keuangan yang mempelajari keterkaitan dua negara atau lebih dari
sisi moneter dan ekonomi makro. Keuangan internasional mempelajari dinamika sistem
keuangan global, sistem moneter internasional, neraca pembayaran, nilai tukar,
investasi asing langsung, dan hubungannya dengan perdagangan internasional.
Keuangan internasional, kadang disebut keuangan multinasional, menangani
manajemen keuangan internasional. Investor dan perusahaan multinasional harus
menilai dan mengelola risiko internasional seperti risiko politik dan risiko
valuta asing, termasuk keterpaparan transaksi, keterpaparan ekonomi, dan
keterpaparan penerjemahan. Berikut sistem keuangan internasional yang pernah
diterapkan mulai dari zaman dahulu hingga sekarang:
Ø Sistem Standar Emas
Sistem standar emas adalah sistem
keuangan yang berdasar pada nilai emas sebagai acuan untuk alat pembayaran yang
sah, dasar penentuan nilai uang, dan sebagai dasar dalam menentukan atau
pembanding nilai tukar mata uang. Hakikatnya nilai mata uang suatu negara
apakah itu berupa uang kertas maupun jenis lainnya, dalam sistem standar emas
nilai mata uang tersebut akan berkaitan langsung dengan nilai emas yang
dimiliki oleh suatu negara. Sederhananya adalah negara berhak mencetak uang
sebanyak-banyaknya sesuai dengan mata uang negara yang sah dengan persyaratan
jumlah emas yang disimpan atau dimiliki oleh negara memiliki nilai yang sama
dengan jumlah uang yang dicetak. Sistem standar emas merupakan sistem keuangan
yang pertama kali muncul dalam sejarah ekonomi dan keuangan di dunia. Pada
dasarnya emas itu sendiri lebih dari 1000 tahun yang lalu dikenal dan digunakan
sebagai mata uang. Awal mula pemikiran menggunakan emas adalah karena secara
fisik memiliki wujud dan nilai yang sama di dunia manapun, sehingga uang emas
mudah diterima dan digunakan untuk berbagai kegiatan ekonomi baik itu transaksi
jual beli maupun untuk upah. Kemudian dalam catatan sejarah emas digunakan
sebagai standar dan sistem keuangan internasional terjadi pada tahun 1821
dimana saat itu Inggris mulai mengenalkan dan menerapkan sistem ini ke seluruh
dunia. Hingga tahun 1870 masyarakat eropa mulai menerapkan sistem standar emas
secara global dan pada tahun 1879 sistem ini mulai merambah hingga ke Amerika.
Beberapa alasan kenapa banyak negara yang mulai menerapkan sistem standar emas
adalah karena adanya kestabilan terhadap nilai kurs valuta asing, nilai kurs
yang relatif stabil tersebut merupakan dampak dari kebijakan yang diterapkan
dalam kegiatan ekspor impor emas. Selain itu kelebihan lainnya adalah kecilnya
defisit atau surplus dalam neraca pembayaran lebih cenderung tidak terlalu
berlarut lama akan tetapi secara berkelanjutan akan menyusut dengan sendirinya
dan akan kembali seimbang ke posisi semula.
Ø Sistem Bretton Woods
Berakhirnya perang dunia pertama
membawa dampak buruk yang berkepanjangan terhadap laju perkembangan
perekonomian di seluruh negara-negara di dunia. Penerapan sistem standar emas
dinilai tidak lagi sesuai dengan kondisi negara setelah perang dunia pertama,
hal ini disebabkan berkurangnya pasokan komoditas emas untuk dikonversi kedalam
mata uang negara. Dengan memburuknya kondisi ekonomi yang dirasakan oleh banyak
negara, kemudian mendorong banyak negara untuk memecahkan permasalahan yang
sama dengan mengadakan pertemuan dengan negara-negara di dunia untuk mencari
solusi dalam memperbaiki kondisi perekonomian pasca perang, terutama dalam
masalah sistem keuangan atau moneter. Dampak krisis pasca perang dunia pertama
sangat terasa bagi mayoritas negara-negara eropa, bank-bank dinyatakan bangkrut
dan mengalami defisit yang sangat tinggi. Di lain sisi Amerika termasuk negara
yang tidak merasakan dampak krisis tersebut, hal ini disebabkan karena
melimpahnya cadangan emas yang dimiliki oleh Amerika. Dengan kondisi
perekonomian yang stabil, kemudian Amerika menggagas sebuah pertemuan dengan
negara-negara dunia Internasional untuk membahas masalah krisis yang terjadi di
Eropa. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Bretton Woods, New Hampshire, Amerika
Serikat pada tahun 1944 dan dihadiri oleh perwakilan dari 44 negara di dunia.
Dari pertemuan ini kemudian akan menjadi sebuah sejarah tentang terbentuk
sistem baru dalam dunia keuangan internasional yang diposisikan sebagai
pengganti dari sistem standar emas yaitu Sistem Bretton Woods.
Ø Sistem Kurs Mengambang
Terkendali
Setelah muncul Sistem Bretton Woods
yang kemudian melahirkan banyak kesepakatan dan terbentuknya lembaga-lembaga
keuangan internasional memberikan berdampak pada meningkatnya pertumbuhan
ekonomi yang ditandai dengan bertambahnya pendapatan negara, perdagangan dunia
yang semakin berkembang luas, dan ketersediaan lapangan pekerjaan yang merata.
Kembalinya stabilitas perekonomian dunia merupakan puncak sukses dari penerapan
Sistem Bretton Woods yang berlangsung hampir 20 tahun. Meskipun Sistem Bretton
Woods terbukti memiliki peran dalam restorasi sistem perekonomian dunia, namun
pada kenyataannya penerapan sistem ini mulai mengalami banyak masalah yang
kemudian berpengaruh pada tingkat kepercayaan negara-negara terhadap kondisi
ekonomi Amerika. Diawali dengan adanya perang Vietnam yang terjadi pada tahun
1960-an, situasi ini merupakan pemicu terjadinya inflasi di Amerika yang mana
pada saat itu mulai ditandai dengan upaya pemerintah Amerika yang mencetak uang
lebih besar dari jumlah cadangan emas yang dimiliki negara. Karena efek inflasi
yang berkepanjangan inilah negara-negara eropa mulai menarik kembali emas dalam
bentuk cadangan dollar seperti yang termuat dalam perjanjian Bretton Woods.
Perubahan sentimen negara Eropa terhadap inflasi menyebabkan Amerika harus
melepas cadangan emasnya untuk memenuhi tuntutan negara-negara eropa hingga
sistem keuangan Amerika dinyatakan terjadi defisit neraca pembayaran. Tahun
1972 merupakan tahun dimana Sistem Bretton Woods tidak dijalankan lagi, karena
mengalami banyak masalah yang berakibat pada ketidakstabilan cadangan emas yang
dimiliki oleh Amerika. Setelah Sistem Bretton Woods berakhir maka sistem
moneter internasional mulai diambil alih oleh IMF yang kemudian lahirlah sistem
keuangan baru yang disebut dengan Sistem Kurs Mengambang Terkendali atau
Managed Float. Yang dimaksud dengan Sistem Kurs Mengambang Terkendali adalah
sebuah sistem keuangan internasional yang merupakan penggabungan antara sistem
nilai tukar tetap dan sistem nilai fleksibel. Dengan menerapkan sistem ini maka
akan terlihat perubahan nilai tukar yang terus berubah-ubah setiap harinya dan
hal ini menunjukkan sebuah respons terhadap aktivitas pasar. Karena sifat yang
dinamis inilah maka dibutuhkan sebuah perantara atau media yang memiliki
pengaruh dalam mengendalikan kestabilan pasar terhadap perubahan nilai tukar,
perantara atau media yang dibutuhkan dalam kegiatan pasar diwakili oleh adanya
bank sentral.
IMPLIKASI BISNIS AKIBAT FLUKTUASI
NILAI TUKAR
Fluktuasi nilai tukar kurs
pertukaran barang dan jasa dalam perdagangan internasional juga akan diikuti
dengan pertukaran mata uang suatu negara dengan negara lain. Nilai mata uang
suatu negara berbeda dengan negara lain. Oleh karena itu perlu dilakukan
antisipasi dan manajemen keuangan yang baik untuk meminimalisir resiko yang
akan terjadi. Ini mengacu pada perdagangan internasional seperti ekspor atau
impor. Secara umum, mata uang yang lebih lemah akan merangsang ekspor dan
membuat impor lebih mahal sehingga bisa mengurangi defisit perdagangan suatu
negara dari waktu ke waktu. Depresiasi mata uang domestik adalah alasan utama
mengapa bisnis ekspor tetap kompetitif di pasar internasional. Sebaliknya mata
uang yang lebih kuat dapat mengurangi daya saing ekspor dan membuat impor lebih
murah sehingga dapat menyebabkan defisit perdagangan semakin besar yang
akhirnya melemahkan mata uang. Tapi sebelum ini terjadi, sektor industri yang
sangat berorientasi ekspor dapat hancur oleh mata uang yang terlalu kuat.
FERRR GABISA GIMANA DONG
ReplyDelete